KEWAJIBAN BELAJAR MENGAJAR DALAM ISLAM

KEWAJIBAN BELAJAR MENGAJAR

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ

  1. A.    Pentingnya Ilmu sebelum Ucapan dan Amal

Q.S. Muhammad 19

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوَاكُمْ

“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan melainkan Allah, dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi dosa orang-orang mukmin laki-laki maupun perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat tinggalmu”.

 

  1. B.     Pentingnya Ilmu sebelm Beramal

Q.S. Al Isro’ 36

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

“Dan jangnlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan (ilmu) tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati semuanya itu akan diminta pertanggung jawabannya.”

 

  1. C.    Larangan Mengikuti Yahudi dan Nasrani

Q.S. Al Baqarah 121

الَّذِينَ آَتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَتْلُونَهُ حَقَّ تِلَاوَتِهِ أُولَئِكَ يُؤْمِنُونَ بِهِ وَمَنْ يَكْفُرْ بِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

“Orang-orang yang telah Kami berikan Al-Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka beriman kepadanya. Dan barang siapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang merugi.”

 

  1. D.    Guru Sangat Diperlukan dama Belajar

Q.S. Al Qiyamah 16, 17, 18

لَا تُحَرِّكْ بِهِ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِ ۞ إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآَنَهُ ۞ فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآَنَهُ۞

“Janganlah kamu gerakkan lisanmu untuk (membaca) Al-Qur’an karena hendak cepat-cepat (menguasai) nya ۞Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya ۞ Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaan itu ۞.

 

 

 

  1. E.     Tugas Seorang Utusan Allah

Q.S. Ali Imran 164

لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْ أَنْفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آَيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

“Sesungguhnya Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang utusan (rasul) dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab dan Al-Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.”

 

  1. F.     Paket Bagi Ulil Albab

Q.S. Shad 29

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آَيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ

“Ini adalah sebuah Kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan upaya mendapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai fikiran.”

 

  1. G.    Hasil dari Belajar Mengajar

Q.S. An Nahl 90

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu, agar kamu dapat mengambil pelajaran.”

 

  1. H.    Perbedaan Orang Alim dengan Orang Bodoh

Q.S. Az Zumar 9

أَمْ مَنْ هُوَ قَانِتٌ آَنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الْآَخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ

“(apakah kamu orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat diwaktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akherat yang mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah :”Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.”

 

  1. I.       Atas Karunia Allah Manusia dapat Pandai

Q.S. An Nisaa’ 113

وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكَ وَرَحْمَتُهُ لَهَمَّتْ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ أَنْ يُضِلُّوكَ وَمَا يُضِلُّونَ إِلَّا أَنْفُسَهُمْ وَمَا يَضُرُّونَكَ مِنْ شَيْءٍ وَأَنْزَلَ اللَّهُ عَلَيْكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَعَلَّمَكَ مَا لَمْ تَكُنْ تَعْلَمُ وَكَانَ فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكَ عَظِيمًا

“Sekiranya bukan karena karunia Allah dan rahmatNya kepadamu, tentulah segolongan dari mereka berkeinginan keras untuk menyesatkanmu. Tapi mereka tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak dapat membahayakanmu sedikitpun kepadamu. Dan (juga karena) Allah telah menurunkan Kitab dan Hikmah kepadamu, dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui. Dan adalah karunia Allah sangat besar atasmu.”

 

  1. J.      Hakekat Do’a sebelum Belajar

Q.S. Taahaa 114

فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ وَلَا تَعْجَلْ بِالْقُرْآَنِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يُقْضَى إِلَيْكَ وَحْيُهُ وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا

“Maka Maha Tinggi Allah Raja yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al-Qur’an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu dan katakanlah :”Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan”.”

 

  1. K.    Fungsi Al-Qur’an

Q.S. Ibrahim 52

هَذَا بَلَاغٌ لِلنَّاسِ وَلِيُنْذَرُوا بِهِ وَلِيَعْلَمُوا أَنَّمَا هُوَ إِلَهٌ وَاحِدٌ وَلِيَذَّكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ

“(Al-Qur’an) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan denganNya dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.”

 

  1. L.     Peran Seorang Utusan / Guru

Q.S. Al Jumu’ah 2

هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آَيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

“Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul diantara mereka, yang membacakan ayat-ayatNya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (As Sunah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.”

 

  1. M.   Manfaat Rajin Belajar

Q.S. Al Muddatsir 54, 55, 56

كَلَّا إِنَّهُ تَذْكِرَةٌ ۞ فَمَنْ شَاءَ ذَكَرَهُ ۞ وَمَا يَذْكُرُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ هُوَ أَهْلُ التَّقْوَى وَأَهْلُ الْمَغْفِرَةِ۞

“Sekali-kali tidak demikian halnya sesungguhnya Al-Qur’an itu adalah peringatan۞. Maka barang siapa yang menghendaki pelajaran daripadanya (Al-Qur’an)۞. Dan mereka tidak akan mengambil pelajaran dari padanya kecuali jika Allah menghendakinya. Dia (Allah) adalah Tuhan yang patut kita bertaqwa kepadaNya dan berhak memberi ampun۞.”

 

  1. N.    Perintah Membaca dan Belajar Mengajar

Q.S. Al Alaq 1 – 5

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ ۞ خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ ۞ اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ ۞ الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ ۞ عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ۞

“Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan۞. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah۞. Bacalah dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah۞. Yang mengajar manusia dengan perantara Kalam۞. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak belum diketahuinya۞.”

 

  1. O.    Sifat Sabar sangat diperlukan Untuk Belajar

Q.S. Al Qashash 80

وَقَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَيْلَكُمْ ثَوَابُ اللَّهِ خَيْرٌ لِمَنْ آَمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا وَلَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الصَّابِرُونَ

“Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu :”Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh”. Dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang-orang yang sabar.”


KEWAJIBAN BELAJAR MENGAJAR

 

  1. I.       Perintah membaca dan belajar

Q.S. Al Alaq 1 – 5

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ ۞ خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ ۞ اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ ۞ الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ ۞ عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ۞

“Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan۞. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah۞. Bacalah dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah۞. Yang mengajar manusia dengan perantara Kalam۞. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak belum diketahuinya۞.”

Inilah wahyu yang pertama diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Dan inilah pula saat penobatan beliau sebagai rosulullah (utusan Allah) kepada seluruh umat manusia untuk menyampaikan risalahNya.

Pada tanggal 17 Ramadhan bertepatan dengan 6 Agustus 610 Masehi diwaktu Nabi Muhammad SAW sedang bertahanus di gua hira datanglah Malaikat Jibril membawa tulisan dan menyuruh Muhammad untuk membacanya. katanya: “ Bacalah ! “. Dengan terperanjat Muhammad SAW menjawab “ Aku tidak dapat membaca “. Beginilah keadaan berulang sampai tiga kali, dan akhirnya Malaikat Jibril memberikan pelajaran kepada Nabi Muhammad SAW untuk membaca.

 

Belajar Alqur’an dan Mengajarkan

Setiap mukmin yang mempercayai Alqur’an mempunyai kewajiban dan tanggung jawab terhadap kitab sucinya itu. Diantaranya adalah mempelajari dan mengajarkannya. Jadi belajar dan mengajarkan Alqur’an kewajiban suci lagi mulia.

Belajar Alqur’an itu merupakan kewajiban yang utama bagi setiap mukmin begitu juga mengajarkannya.

Belajar Alqur’an itu dapat dibagi 3 tingkatan yaitu:

  1. Belajar membacanya sampai lancar dan baik,
  2. Belajar arti dan maksud sampai jelas dan mengerti apa yang terkandung didalamnya,
  3. Belajar menghafalnya diluar kepala.

Pada tingkat pertama yaitu tingkat mempelajari Alqur’an dengan lancar dan baik. Dilaksanakan dengan cara merata sehingga tidak ada lagi orang yang buta huruf Alqur’an dikalangan masyarakat islam. Dan akhirnya setiap muslim menjadi keluarga rumah tangga yang sudah pandai membaca Alqur’an dengan lancar dan baik.

Dalam tingkatan pertama sekedar pandai dan lancar dalam membaca Alqur’an. Hal ini berlaku bagi anak-anak, orang dewasa, maupun orang tua baik laki-laki ataupun perempuan. Semuanya berkewajiban untuk belajar.

Tingkat yang kedua yaitu mempelajari arti dan maksud yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian Alqur’an itu betul-betul menjadi pelajaran, petunjuk, dan peraturan bagi setiap orang yang diridhoi Allah. Untuk memudahkan hal itu pemerintah lewat Lembaga Penyelenggara Penterjemah Kitab Suci Alqur’an agar menyusun dan menerbitkan terjemah Alqur’an. Dengan maksud agar terjemah Alqur’an itu dapat dipelajari secara merata oleh seluruh umat manusia dengan mudah khususnya di Indonesia.

Jadi belajar dan mengajar merupakan dua tugas yang mulia yang tidak dapat dipisahkan. Sedapat mungkin hasil yang dipelajari itu terus diajarkan pula kepada orang lain. Sebagaimana yang dilakukan Nabi Muhammad saw, menerima wahyu langsung diajarkan kepada para sahabat setelah selesai wahyu turun. Sehingga diteruskan kepada orang lain secara sambung menyambung.

Mengajarkan Al Qur’an itu merupakan tugas mulia di sisi Allah :

Ada 3 (tiga) kemuliaan dalam tugas mengajarkan Al Qur’an :

  1. Kemuliaan mengajar yang merupakan warisan tugas Nabi
  2. Kemuliaan membaca Al Qur’an dalam mengajar
  3. Kemuliaan memperdalam maksud yang terkandung dalam Al Qur’an

Batas untuk belajar membaca Al Qur’an itu sampai mati. Carilah ilmu itu dari turun ayunan sampai masuk ke liang lahat (mati).

 

  1. II.      Belajar Ilmu-ilmu Hukum

Q.S. Al Ghasiyah 17 – 20

أَفَلَا يَنْظُرُونَ إِلَى الْإِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ ۞ وَإِلَى السَّمَاءِ كَيْفَ رُفِعَتْ ۞ وَإِلَى الْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْ ۞ وَإِلَى الْأَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْ۞

“Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana ia diciptakan?۞. Dan langit bagaimana ditinggikan? ۞. Dan gunung-gunung bagaiman ia ditegakkan?۞. Dan bumi bagaimana ia dibentangkan?۞

Kita semua untuk memperhatikan pada unta yang telah diciptakan Allah. Sering orang menyebut onta itu dengan sebutan Kapal Padang Pasir. Unta termasuk binatang yang sangat unik dan sangat penurut meskipun berbadan besar. Oleh sebab itu, Unta bila disuruh berjalan, ya berjalan dan bila disuruh berhenti, ya berhenti. Dan juga unta binatang besar manfaatnya bagi manusia, maka pantas dipelajari dan sebagai bahan studi, bagaimana susunan tubuhnya?. Untuk mengetahui kebesaran Allah. Sehingga timbullah suatu ilmu untuk meneliti hewan yang terkenal dengan istilah ilmu hewan.

Sekarang kita tengok langit yang tempatny ditinggikan oleh Allah serta dipenuhi dengan tatanan tata surya yang tampak tertata rapi dan teratur. Sehingga kelihatan indah dipandang mata. Diwaktu malam ada bulan dan bintang-bintang yang gemerlapan, matahari bersinar diwaktu siang sehingga alam menjadi terang dan bermanfaat bagi kehidupan manusia. Semuanya berjalan di jalan dan relnya masing-masing sehingga tidak pernah bertabrakan. Dengan adanya tata surya dan planet-planet yang ada di luar angkasa sana (langit) maka sepantasnya untuk menjadi bahan studi dan dipelajarinya. Dan akhirnya timbullah ilmu untuk umum dan dengan istilah ilmu falak

Lihatlah gunung-gunung yang pijak ini. Ada apa rahasia gunung ditegakkan di Bumi ini. Karena Allah bermaksud untuk menjadikan gunung-gunung itu sebagai paku di Bumi, dengan tujuan agar Bumi tidak bergoncang karena banyak manusia yang menempati di atas bumi sehingga dapat berimbang.

Dengan adanya gunung dan bumi ini lahirlah sebuah ilmu umum dengan sebutan ilmu bumi dan ilmu alam. Sesuai dengan isi dan arti Al Qur’an Surat Qaaf ayat 7 – 8. “Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan gunung yang kokoh, dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata untuk menjadi bahan studi (pengajaran) dan peringatan bagi tiap-tiap hamba-hamba yang kembali’.

Orang barat mengakui jasa ulama-ulama Islam merka mengatakan bahwa Islam itu adalah ibarat jembatan yang menghubungkan antara kemajuan Eropa di masa dahulu dengan kemajuan Eropa di masa sekarang.

 

 

  1. III.      Paket Ulil Albab

Q.S. Ali Imron : 190 – 191

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآَيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ ۞ الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ۞

“Sesungguhnya dalam menciptakan langit dan bumi, dan silih bergantinya siang dan malam terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal ۞. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri dan duduk, atau dalam keadaan berbaring mereka selalu memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau maka perliharalah kami dari siksa neraka”۞.

Dari ayat-ayat tersebut kami dapat mengambil pelajaran yang terkandung di dalamnya, bahwa kejadian ruang angkasa dan bumi yang amat rapi dan ajaib sekali akan menarik perhatian para ilmuwan untuk memikirkannya. Dengan cara mempelajari dan memperdalamilmu-ilmu yang terkandung di dalamnya seperti astronomi, geologi, ilmu hewan, tumbuh-tumbuhan, penelitian ruang angkasa dan berbagai ilmu tentang alam semesta, semua itu akan menimbulkan rasa kekaguman dan keharuan atas kekuasaan Alla SWT. Iman yang mantap akan timbul bersemi di dalam dada karena taat dan taqwa, amal dan do’a, dan ampunan dan inayah Alla yang selalu diucapkan oleh ilmuwan-ilmuwan itu untuk memikirkan kesempurnaan ciptaan Allah.

Ilmuwan-ilmuwan itu akan mengakui bahwa kekuasaan Allah yang tiada dapat diselami seluruhnya oleh akal pikiran manusia. Makanya timbul di dalam hati ilmuwan-ilmuwan itu untuk tekun mencari, meneliti dan mempelajari keajaiban isi alam semesta ini. Akhirnya akan tunduk dan sujud kepada Allah dan mengakui kebesaran atas keajaiban ciptan-Nya.

  1. IV.      Kesimpulan

Dari uraian-uraian di atas nyatalah kegiatan-kegiatan belajar mengajar dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan baik agama maupun umum adalah karena :

  1. Al Qur’an sendiri menganjurkan supaya manusia memperdalam pengetahuannya dalam berbagai ilmu pengetahuan.
  2. Tulis baca itu merupakan kunci utama dalam mempelajari ilmu pengetahuan baik agama maupun umum.
  3. Ayat-ayat Al Qur’an banyak menyinggung persoalan-persoalan ilmiah walaupun secara garis besarnya saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s