Kontingen Bola Voli putri Pekalongan Utara Targetkan Masuk Final

Kontingen-Bola-Voli-putri-Pekalongan-Utara

KEBERSAMAAN – Tim Bola Voli putri Pekalongan Utara yang semua anggotanya merupakan Siswi SDN Kandang Panjang 02 bersama Kepala Sekolah, guru dan pelatih usai Pertandingan Final POPDA Bola Voli tingkat Kota Pekalongan, Sabtu (20/2).

KANDANG PANJANG – Tim Bola Voli putri Pekalongan Utara menargetkan masuk babak final pada POPDA Karesidenan Pekalongan bulan Maret ini. Pekalongan Utara menjadi wakil Kota Pekalongan setelah menang atas Pekalongan Barat pada POPDA Bola Voli Kota, 20 Februari lalu.

“Pekalongan Utara akan mewakili Kota Pekalongan ke tingkat karesidenan, rencananya tanggal 22 atau 23 Maret di Kota Tegal. Target tahun ini untuk putri masuk final, kemarin ikut juara 3,” beber Pelatih Kontingen Pekalongan Utara, Sutarjo SPd saat ditemui di SDN Kandang Panjang 02, Kamis, (3/3).

Dijelaskan, kontingennya tahun lalu juga pernah mewakili ajang POPDA Karesidenan. Meski tahun ini hanya tim putri yang masuk, pihaknya tetap melakukan persiapan. Terlebih keenam anggotanya berasal dari SDN Kandang Panjang 02, sehingga memudahkan proses persiapan dan latihan.

Biasanya, latihan rutin dilakukan 3 kali seminggu. Namun jika mendekati suatu pertandingan, maka latihan bisa diagendakan lebih dari empat kali seminggu.

Biasanya SDN Kandang Panjang 02 menggelar latihan peningkatan prestasi untuk jam tambahan latihan bagi yang akan melakukan pertandingan. Latihan Peningkatan Prestasi ini biasanya dilakukan hari Sabtu, mulai jam 09.00 WIB.

Sejauh ini, pihaknya mengaku tidak ada kendala dalam persiapan. Meski sering mengalami banjir, pihak sekolah memiliki lapangan voli yang bebas banjir.

Lelaki yang kerap disapa Pak Tarjo ini mengaku selain teknik, atletnya juga harus mempunyai mental yang kuat.

“Kalau pertandingan itu 80 persen mental 20 persen teknik. Kalau sudah keluar mentalnya 60 persen saja sudah bagus. Harapannya ya bisa sampai final karena dari mental dan teknik mereka lebih unggul dari tahun sebelumnya,” tandasnya. (ap5)

PANCA PRASETYA KORPRI

PANCA PRASETYA KORPRI
Kami Anggota Korps Pegawai Republik Indonesia adalah insan yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berjanji :
1. Setia dan taat kepada Negara Kesatuan dan Pemerintah Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
2. Menjunjung tinggi kehormatan bangsa dan negara serta memegang teguh rahasia jabatan dan rahasia negara.
3. Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat di atas kepentingan pribadi dan golongan.
4. Memelihara persatuan dan kesatuan bangsa serta kesetiakawanan Korps Pegawai Republik Indonesia.
5. Menegakkan kejujuran, keadilan dan disiplin serta meningkatkan kesejahteraan dan profesionalisme.

Makna Panca Prasetya Korpri
Kami anggota Korpri merupakan pernyataan dan janji secara sadar, ikhlas dan penuh tanggung jawab kepada diri sendiri, bagi mereka yang secara sah telah menempuh proses rekruitmen, pendidikan dan pelatihan, pengangkatan serta telah mengucapkan sumpah atau janji dan telah menandatangani ikatan kerja sebagai Pegawai RI. Oleh karena itu, anggota Korpri dapat dipercaya untuk memikul tugas atau jabatan pemerintahan. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Anggota Korpri dengan sepenuh jiwa mengakui bahwa Tuhan Yang Maha Esa adalah Sang Maha Pencipta, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ketakwaan yang diwujudkan ke dalam berbagai bentuk amal dan ibadah merupakan suatu pernyataan terima kasih yang luhur kepada Sang Maha Pencipta.
a. Prasetya Pertama Setia merupakan sikap batin. Dengan demikian setia dan taat kepada Negara Kesatuan dan Pemerintah Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 merupakan sikap batin anggota Korpri dan kesanggupannya mewujudkan dan mengamalkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Pada umumnya kesetiaan timbul dari pengetahuan dan pemahaman atas keyakinan yang mendalam terhadap sesuatu.
b. Prasetya Kedua Setiap anggota Korpri menjunjung tinggi kehormatan bangsa dan negara. Menjunjung tinggi adalah mengangkat dan meletakkan sesuatu di atas kepala dengan tujuan menghormati atau menghargainya, kehormatan, menyangkut martabat, harga diri, nilai-nilai keluhuran seseorang atau sesuatu yang menjadi sumber keberadaannya. Dengan demikian, pengertian menjunjung tinggi kehormatan bangsa dan negara ialah menjunjung tinggi norma-norma yang hidup pada bangsa dan negara Indonesia. Memegang teguh rahasia. Rahasia dapat berupa rencana, kegiatan atau tindakan yang akan, sedang atau telah dilaksanakan. Rahasia dapat menimbulkan kerugian atau bahaya apabila diberitakan kepada atau diketahui oleh orang yang tidak berhak. rahasia dapat berupa dokumen tertulis, seperti surat, notulen rapat, peta, dan dapat pula berupa keputusan atau perintah lisan atau rekaman suara dari pejabat yang berwenang. Rahasia ada yang bersifat sangat rahasia, rahasia, atau terbatas, ada yang kerahasiaannya terus menerus, ada rahasia negara dan rahasia jabatan. Rahasia Negara adalah rahasia yang ruang lingkupnya meliputi seluruh atau sebahagian besar kepentingan negara dan dibuat oleh pimpinan tertinggi negara. Rahasia Jabatan ialah rahasia mengenai atau yang ada hubungannya dengan instansi tertentu dan dibuat oleh pimpinan instansi yang bersangkutan. Karena jabatan atau pekerjaannya, pegawai RI yang menduduki jabatan tertentu mengetahui rahasia negara atau rahasia jabatan. Karena setiap kebocoran rahasia selalu menimbulkan kerugian atau bahaya, hendaklah menjadi kewajiban pegawai RI yang bersangkutan untuk memegang teguh rahasia negara atau rahasia jabatan yang diketahuinya atau yang dipercayakan kepadanya. Kewjiban memegang suatu rahasia berlaku terus menerus baik sewaktu masih aktif bekerja maupun sesudah pensiun. Memegang teguh rahasia, selain merupakan etik, juga merupakan kewajiban hukum yang terdapat di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
c. Prasetya Ketiga Kelancaran penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan bergantung pada kualitas dan ketangguhan pegawai RI. Oleh sebab itu pegawai RI harus melaksanakan kebijaksanaan pemerintah dengan sebaik-baiknya dengan penuh tanggung jawab dan harus memahami kebijaksanaan pemerintah dan menguasai peraturan perundang-undangan menurut bidangnya masing-masing. Setiap anggota Korpri mempunyai kedudukan dan peranan sebagai Abdi Negara dan Abdi Masyarakat. sebagai Abdi Negara hendaklah bekerja dengan ikhlas dan sungguh-sungguh menurut bidangnya masing-masing dalam rangka mencapai tujuan negara dan harus selalu mengutamakan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. Sebagai Abdi Masyarakat harus selalu memberikan layanan secara profesional yang sebaik-baiknya untuk memenuhi aspirasi dan kepentingan masyarakat menurut bidangnya masing-masing dengan cara mempercepat pemberian layanan yang diperlukan masyarakat dan memberikan penjelasan yang diperlukan masyarakat tanpa pamrih.
d. Prasetya Keempat Persatuan dan kesatuan bangsa merupakan efek sinergi dari saling ketergantungan antara berbagai unsur di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam rangka memelihara/memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa, setiap anggota Korpri harus berusaha, antara lain : 1) Menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila di dalam kehidupannya sehari-hari. 2) Meningkatkan kerukunan hidup antar umat beragama dan kerja sama di antara rakyat Indonesia yang memeluk agama yang berbeda-beda dan menganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 3) Menghormati adat istiadat dan kebiasaan golongan masyarakat. 4) Meningkatkan kepedulian dan kesetiakawanan sosial, khususnya terhadap lapisan masyarakat yang tertinggal di dalam pembangunan. Kesetiakawanan Korpri merupakan sikap batin dari mereka yang merasa senasib sepenanggungan di dalam mencapai misi bersama yang diembannya. Setiap anggota Korpri harus memelihara kesetiakawanan Korpri. Setia kawan merupakan sikap positif dari mereka yang mempunyai tujuan yang sama dan mempunyai persamaan cara di dalam mencapai tujuan. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan kerjas ama personal, fungsional, profesional di antara anggota Korpri.
e. Prasetya Kelima Berjuang menegakkan/meningkatkan mengandung pengertian kesediaan untuk selalu berbuat sesuatu yang lebih baik secara terus menerus. Kejujuran bagi anggota Korpri ialah ketulusan hati di dalam melaksanakan tugasnya dan tidak menyalah gunakan wewenang yang diberikan kepadanya. setiap anggota Korpri harus bersikap dan bekerja dengan jujur, tertib, cermat, adil dan bersemangat untuk kepentingan negara. Kesejahteraan merupakan salah satu tujuan nasional negara kita. Oleh karena itu, segenap anggota Korpri harus turut serta aktif dan dinamis di dalam meningkatkan kesejahteraan umum demi tercapainya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Pembangunan kesejahteraan pegawai RI dilakukan sebagai bagian yang menyeluruh dari pembangunan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Profesionalisme mengandung pengertian kesanggupan seseorang dalam menghayati, menguasai, mengerjakan suatu konsep/gagasan atau tugas yang dihadapi atau ditugaskan kepadanya. Disamping ilmu pengetahuan dan kemampuan, anggota Korpri hendaklah mempunyai kreativitas yang tinggi. Kreativitas mengandung arti kesanggupan atau keahlian seseorang dalam melahirkan berbagai gagasan, ide, konsep yang tepat, tepat guna dan hasil guna untuk keperluan atau penyelesaian sesuatu secara profesional.

KATA KERJA OPERSIONAL (KKO)

A. Kata Kerja Operasional dalam Menyusun Indikator
Kemampuan mengingat kembali materi pelajaran yang pernah dipelajari sebelumnya.
Kata Oprasional:
• Define (mendefiniskan….)
• Identify (mengidentifikasi…..)
• List (menyusun daftar…..)
• Name (menyebut nama…..)
• Recall (mengulang, mengingat….)
• Recognize (memperhatikan…..)
• Record (mengulang sebagaimana aslinya….)
• Relate (menghubungkan……)
• Repeat (mengulang…..)
• Underline (menggaris bawahi…..)

Kemampuan memahami makna, menerangkan, menyatakan kembali suatu gagasan.
Kata operasional
• Choose (memilih….)
• Cite examples of ( menentukan contoh…)
• Demonstrate use of (mendemonstrasikan penggunaan…..)
• Describe (menggambarkan…)
• Determine (menentukan…)
• Differentiate between (membedakan…)
• Discuss (mediskusikan….)
• Explain (menerangkan…)
• Express (mengekspresikan….)
• Give in own words (menyatakan dengan kata-kata sendiri….)
• Identify (mengidentifikasikan….)
• Interpret (menginterpretasikan….)
• Locate (menentukan lokasi….)
• Pick (mematikan batas…..)
• Report (melaporkan….)
• Review (memperhatikan ulang…..)
• Select (menseleksi….)
• Tell (menceritakan….)
• Translate (menerjemahkan…)
• Respond (merespon….)
• Simulates (mensimulasikan….)

Keterampilan menggunakan materi yang dipelajari dalam keadaan yang berbeda.
• Apply (menerapkan…..)
• Demonstrate (mendemonstrasikan penerapan…..)
• Dramatize (madramatisasi….)
• Employ (mengerjakan…)
• Generalize (menggenaralisasikan…)
• Illustrate (menyusun ilustrasi…)
• Interpret ( menginterpretasikan….)
• Operate (mengoperasikan….)
• Practice (mempraktekan…)
• Relate (mengubungkan…)
• Schedule (menjadwalkan…)
• Use (menggunakan….)
• Utilize (mempergunakan alat….)
• Initiate (menginisiasi…)

Kemampuan menguraikan materi dalam berbagai komponen atau bagian yang satu sama lain masih dalam satu kesatuan)
• Analyze (menganalisis……)
• Appraise (menilai…)
• Calculate ( memperhitungkan….)
• Categorize (mengkategorikan…)
• Compare (membandingkan….)
• Conclude (menyimpulkan ….)
• Contrast (mengkontraskan…menjadi lebih…)
• Correlate (menghubungkan….)
• Criticize (mengkritisi….)
• Deduce (menarik kesimpulan…)
• Debate (melihat kelemahan/keunggulan…)
• Detect (mendeteksi….)
• Determine (menentukan….)
• Develop (mengembangkan ….)
• Diagram (mendiagramkan…..)
• Differentiate (menentukan ciri pembeda…..)
• Draw conclusions (menggambarkan kesimpulan….)
• Estimate (memperkirakan….)
• Evaluate (mengevaluasi…..)
• Examine (menguji………)
• Experiment (bereksperimen mengenai…)
• Identify (mengenali …)
• Infer (menyimpulkan….)
• Inspect (memeriksa…)
• Inventory (menemukan….)
• Predict (memperkirakan…..)
• Question (mempertanyakan….)
• Relate (menghubungkan….)
• Solve (memecahkan ….)
• Test (menguji….)
• Diagnose (mendiagonis…..)

Kemampuan untuk meletakan banyak ide yang tersebar ke dalam satu kesatuan baru, mengembangkan model hubungan yang baru satu sama lain)
• Arrange (menyusun….)
• Assemble (menerapkan komponen…)
• Collect (menghimpun…)
• Compose (mengarang….)
• Construct (membangun….)
• Create (meperbaharui…)
• Design (mendisain….)
• Develop (menghasilkan….)
• Formulate (memformulasikan….)
• Manage (mengelola…)
• Modify (memodifikasi…)
• Organize (mengorganisasikan….)
• Plan (merencanakan…)
• Prepare (menyiapkan…)
• Produce (membuat….)
• Propose (mengusulkan…)
• Predict (merumuskan prediksi mengenai…)
• Reconstruct (menyusun ulang…)
• Set-up (menyediakan….)
• Synthesize (mensitesiskan….)
• Systematize (mensistematiskan…)
• Devise (merencanakan kegiatan…)

Kemampuan menimbang nilai sesuatu diukur dengan kriteria atau persyaratan)
• Appraise (menilai…)
• Assess (menaksir…)
• Choose (memilih…)
• Compare (membandingkan….)
• Critique (mengkritisi…)
• Estimate (memperkirakan…)
• Evaluate (mengevaluasi….)
• Judge (menetapkan keputusan…..memutuskan….)
• Measure (mengukur….)
• Rate (menilai…)
• Revise (merevisi….)
• Score (memberi nilai…)
• Select (menyeleksi…)
• Validate (memvalidasi…)
• Value (menentukan harga….)

Contoh Kata Kerja Operasional

melafalkan
membaca
membedakan
membuat
menafsirkan
menceritakan
mendefinisikan
mendemonstrasikan
mendeskripsikan
menentukan
menerapkan
menerjemahkan
menganalisis
mengenal
mengevaluasi
menggambarkan
menggunakan
menghitung
mengidentifikasikan
mengkonstruksikan
mengucapkan
mensintesis
menunjukkan
menyelesaikan
menyimpulkan
menyusun
merumuskan

melakukan
membedakan
membuat
membuktikan
menafsirkan
mendefinisikan
mendemonstrasikan
mendeskripsikan
menentukan
menerapkan
menganalisis
mengevaluasi
menggambarkan
menggunakan
menghitung
mengidentifikasikan
mengkonstruksikan
mengucapkan
mensintesis
menunjukkan
menyelesaikan
menyimpulkan
menyusun

Contoh Kata Kerja Operaasional Dalam Menyusun Indikator Mata Pelajaran IPA

berargumentasi
melaksanakan
melakukan
memadukan
memajang
memantau
memasang
membaca
membangun
membedah
membongkar
memecahkan
mempertahankan
mempraktikkan
mempresentasikan
mencari
mencatat
mendokumentasi
meneliti mengamati
menggabungkan
menggali
mengkritisi
mengobservasi
mengomentari
menghubungkan
mengikuti
mengubah
mengujicoba
menonton
merakit
merangkum
merancang
merangkai
merumuskan
merunut
melakukan
membedakan
membuat
membuktikan
menafsirkan
mendefinisikan
mendemonstrasikan
mendeskripsikan
menentukan
menerapkan
menganalisis
mengevaluasi
menggambarkan
menggunakan
menghitung
mengidentifikasikan
mengkonstruksikan
mengucapkan
mensintesis
menunjukkan
menyelesaikan
menyimpulkan
menyusun

Contoh kata Kerja Operasional Dalam menyusun Indikator Seni Budaya

mendeskripsikan
mengapresiasi
mengidentifikasi
mengkreasi
menceritakan
mendefinisikan
menyusun
menerapkan
menampilkan
menggunakan
membuat
membedakan
mengaransir
membandingkan
melaksanakan
mendemonstrasikan
menyimpulkan
menggubah
menentukan
membawakan
menuliskan
menyimulasikan
memainkan
merekonstruksi
memperagakan
menyanyikan
menyajikan
melagukan
merencanakan
mementaskan
memajang
melakonkan
menata
memamerkan
menggelarkan
menunjukkan
menyiapkan
mengonstruksikan
mengekspresikan

PIDATO “PERSATUAN DAN KESATUAN”

PIDATO

PERSATUAN DAN KESATUAN
Assalamualaikum Wr. Wb.
Yang terhormat Ibu kepala UPTD Pendidikan kecamatan Pekalongan Utara, yang terhomat para dewan juri Festival Lomba Seni Siswa Nasional tingkat Kecamatan Pekalongan Utara, yang terhormat para peserta Festival Lomba Seni Siswa Nasional tingkat Kecamatan Pekalongan Utara dan para hadirin yang berbahagia.
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat sehat kepada kita semua, sehingga pada hari ini kita dapat berjumpa dalam rangka Festival Lomba Seni Siswa Nasional tingkat Kecamatan Pekalongan Utara. Tidak lupa sholawat serta salam kita limpahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW beserta keluarganya, sahabat serta umatnya.
Seperti yang kita ketahui Indonesia adalah negara kepulaan yang sangat luas. Terbentang dari Sabang sampai Merauke, terdiri dari beribu-ribu pulau yang kaya akan suku dan budaya. Keragaman suku bangsa dan budaya merupakan kekayaan yang tak ternilai harganya. Dilihat dari aspek sosial budaya Indonesia terdiri atas ratusan suku bangsa yang masing-masing memiliki adat istiadat, bahasa, agama dan kepercayaan yang berbeda-beda, sehingga mengandung potensi konflik yang besar. Walaupun berbeda-beda kita harus tetap menjaga rasa persatuan dan kesatuan bangsa agar tidak terjadi konflik. Seperti yang tertulis dalam semboyan negara kita yaitu “Bhennika Tunggal Ika” berbeda-beda tapi tetap satu jua.
Namun pada saat ini kita ketahui dari berbagai media massa, banyak sekali masalah yang sedang melanda negara kita. Terutama masalah yang menyangkut persatuan dan kesatuan. Contonya banyak teroris-teroris yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia atau sekelompok orang yang mengatas namakan suatu organisasi yang ingin memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tentunya kita tidak menghendaki terjadinya perpecahan dalam lingkungan bangsa dan Negara Indonesia, hal ini dikarenakan kemerdekaan yang telah diraih oleh bangsa Indonesia merupakan hasil dari semangat persatuan dan kesatuan yang tinggi bangsa Indonesia sendiri. Semoga masalah tersebut dapat cepat teratasi supaya negara kita selalu aman, tentram dan damai.
Kita sebagai pelajar tentu harus ikut berperan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Nilai-nilai persatuan dan kesatuan dapat kita amalkan melalaui berteman baik disekolah maupun dilingkungan rumah. Setiap hari kita tentu tidak dapat lepas bergaul dengan teman sebaya. Teman main tentunya tidak semua sama. Ada yang berasal dari keluarga kaya, kurang mampu dan sederhana. Ada pula yang beragama Islam, Kristen, Hindu, Buddha bahkan dari agama lain. Semuanya adalah teman kita, yang harus kita perlakukan sama dengan sopan dan ramah. Kita harus bergaul dan berteman tanpa membeda-bedakan satu dengan lainnya. Atau dengan cara membantu korban bencana alam, itu merupakan salah satu wujud dari penerapan nilai-nilai parsatuan dan kesatuan. Dengan begitu, akan tercipta rasa kebersamaan, sehingga bangsa kita tidak mudah terpecah belah.
Nilai-nilai persatuan dan kesatuan yang lainnya dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya menghormati keragaman suku dan agama. Kita tidak boleh mengejek dan menjelek-jelekkan salah satu suku dan agama lain. Atau dengan menghargai pendapat teman lain, teman yang bertanya kepada bapak/ibu guru tidak boleh disela atau diejek. Atau dengan mengikuti upacara dengan khidmat, waktu pengibaran bendera harus bersikap tegap dan memberi hormat. Atau Bekerja sama dengan teman dalam hal kebaikan, seperti mengerjakan keterampilan dan belajar kelompok.
Perbedaan bukanlah merupakan kendala bagi kita. Jadikanlah perbedaan itu sebagai kekayaan bangsa kita. Perbedaan dapat kita satukan dengan semangat persatuan dan kesatuan. Seperti yang dilakukan oleh para pejuang kita dalam memperebutkan kemerdekaan Indonesia. Semangat perjuangan bangsa Indonesia untuk merdeka tidak pernah padam. Perbedaan yang ada, perlu kita hargai, agar tercipta persatuan dan kesatuan bangsa. Persatuan dan kesatuan akan menciptakan kerukunan hidup, mempererat hubungan kekeluargaan, dan memperkokoh rasa cinta tanah air.
Oleh karena itu, semangat persatuan dan kesatuan tetap diperlukan dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan untuk kejayaan bangsa dan negara Indonesia.
Bhennika Tunggal Ika. Jayalah IndonesiaKu.
Merdeka! Merdeka! Merdeka!
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Pengertian Pendidikan Budi Pekerti

Pengertian Pendidikan Budi Pekerti
Pada hakekatnya, pendidikan budi pekerti memiliki substansi dan makna yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak.
Pengertian pendidikan budi pekerti menurut Haidar (2004) adalah usaha sadar yang dilakukan dalam rangka menanamkan atau menginternalisasikan nilai-nilai moral ke dalam sikap dan prilaku peserta didik agar memiliki sikap dan prilaku yang luhur (berakhlakul karimah) dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam berinteraksi dengan Tuhan, dengan sesama manusia maupun dengan alam/lingkungan.
Tujuan pendidikan Budi Pekerti adalah untuk mengembangkan nilai, sikap dan prilaku siswa yang memancarkan akhlak mulia/budi pekerti luhur (Haidar, 2004). Hal ini mengandung arti bahwa dalam pendidikan Budi Pekerti, nilai-nilai yang ingin dibentuk adalah nilai-nilai akhlak yang mulia, yaitu tertanamnya nilai-nilai akhlak yang mulia ke dalam diri peserta didik yang kemudian terwujud dalam tingkah lakunya.
Penerapan Pendidikan Budi Pekerti di Sekolah
Secara teknis, penerapan pendidikan budi pekerti di sekolah setidaknya dapat ditempuh melalui empat alternatif strategi secara terpadu.
1. Strategi pertama ialah dengan mengintegrasikan konten kurikulum pendidikan budi pekerti yang telah dirumuskan ke dalam seluruh mata pelajaran yang relevan, terutama mata pelajaran agama, kwarganegaraan, dan bahasa (baik bahasa Indonesia maupun bahasa daerah).
2. Strategi kedua ialah dengan mengintegrasikan pendidikan budi pekerti ke dalam kegiatan sehari-hari di sekolah.
3. Strategi ketiga ialah dengan mengintegrasikan pendidikan budi pekerti ke dalam kegiatan yang diprogramkan atau direncanakan.
4. Strategi keempat ialah dengan membangun komunikasi dan kerjasama antara sekolah dengan orang tua peserta didik.
Berkaitan dengan implementasi strategi pendidikan budi pekerti dalam kegiatan sehari-hari, secara teknis dapat dilakukan melalui:
a. Keteladanan
Dalam kegiatan sehari-hari guru, kepala sekolah, staf administrasi, bahkan juga pengawas harus dapat menjadi teladan atau model yang baik bagi murid-murid di sekolah. Sebagai misal, jika guru ingin mengajarkan kesabaran kepada siswanya, maka terlebih dahulu guru harus mampu menjadi sosok yang sabar dihadapan murid-muridnya.
Begitu juga ketika guru hendak mengajarkan tentang pentingnya kedisiplinan kepada murid-muridnya, maka guru tersebut harus mampu memberikan teladan terlebih dahulu sebagai guru yang disiplin dalam menjalankan tugas pekerjaannya.
Tanpa keteladanan, murid-murid hanya akan menganggap ajakan moral yang disampaikan sebagai sesuatu yang omong kosong belaka, yang pada akhirnya nilai-nilai moral yang diajarkan tersebut hanya akan berhenti sebagai pengetahuan saja tanpa makna.
b. Kegiatan spontan.
Kegiatan spontan yaitu kegiatan yang dilaksanakan secara spontan pada saat itu juga. Kegiatan ini biasanya dilakukan pada saat guru mengetahui sikap/tingkah laku peserta didik yang kurang baik, seperti berkelahi dengan temannya, meminta sesuatu dengan berteriak, mencoret dinding, mengambil barang milik orang lain, berbicara kasar, dan sebagainya.
Dalam setiap peristiwa yang spontan tersebut, guru dapat menanamkan nilai-nilai moral atau budi pekerti yang baik kepada para siswa, misalnya saat guru melihat dua orang siswa yang bertengkar/berkelahi di kelas karena memperebutkan sesuatu, guru dapat memasukkan nilai-nilai tentang pentingnya sikap maaf-memaafkan, saling menghormati, dan sikap saling menyayangi dalam konteks ajaran agama dan juga budaya.
c. Teguran.
Guru perlu menegur peserta didik yang melakukan perilaku buruk dan mengingatkannya agar mengamalkan nilai-nilai yang baik sehingga guru dapat membantu mengubah tingkah laku mereka.
d. Pengkondisian lingkungan.
Suasana sekolah dikondisikan sedemikian rupa melalui penyediaan sarana fisik yang dapat menunjang tercapainya pendidikan budi pekerti.
Contohnya ialah dengan penyediaan tempat sampah, jam dinding, slogan-slogan mengenai budi pekerti yang mudah dibaca oleh peserta didik, dan aturan/tata tertib sekolah yang ditempelkan pada tempat yang strategis sehingga mudah dibaca oleh setiap peserta didik.
e. Kegiatan rutin.
Kegiatan rutinitas merupakan kegiatan yang dilakukan peserta didik secara terus menerus dan konsisten setiap saat.
Contoh kegiatan ini adalah berbaris masuk ruang kelas untuk mengajarkan budaya antri, berdoa sebelum dan sesudah kegiatan, mengucapkan salam bila bertemu dengan orang lain, dan membersihkan ruang kelas tempat belajar.
Hambatan dalam penerapan pendidikan budi pekerti di sekolah
Dalam realitasnya antara apa yang diajarkan guru kepada peserta didik di sekolah dengan apa yang diajarkan oleh orang tua di rumah, sering kali kontra produktif atau terjadi benturan nilai.
Untuk itu agar proses pendidikan budi pekerti di sekolah dapat berjalan secara optimal dan efektif, pihak sekolah perlu membangun komunikasi dan kerjasama dengan orang tua murid berkenaan dengan berbagai kegiatan dan program pendidikan budi pekerti yang telah dirumuskan atau direncanakan oleh sekolah. Tujuannya ialah agar terjadi singkronisasi nilai-nilai pendidikan budi pekerti yang di ajarkan di sekolah dengan apa yang ajarkan orang tua di rumah.
Selain itu, agar pendidikan budi pekerti di sekolah dan di rumah dapat berjalan searah, sebaiknya bila memungkinkan orang tua murid hendaknya juga dilibatkan dalam proses identifikasi kebutuhan program pendidikan budi pekerti di sekolah.
Dengan pelibatan orang tua murid dalam proses perencanaan program pendidikan budi pekerti di sekolah, diharapkan orang tua murid tidak hanya menyerahkan proses pendidikan budi pekerti anak-anak mereka kepada pihak sekolah, tetapi juga dapat ikut serta mengambil tanggung jawab dalam proses pendidikan budi pekerti anak-anak mereka di keluarga.

Read more: Pendidikan Budi Pekerti >> Pengertian, Tujuan Pendidikan Budi Pekerti | belajarpsikologi.com